Acak rambut.
—
Alana membuka pintu gerbang rumahnya dengan sangat lebar. Membuat matanya langsung bisa melihat kearah Rendy yang terlihat tampan dengan motor ninjanya dan juga dengan jaket kulit yang dikenakan. Bahkan Alana sangat kagum sekarang.
“Gila lo, kak. Kita mau cari sarapan apa jalan-jalan deh?”
“Coba baca ulang chat lo sama gue tadi.” jawab Rendy dengan datar.
Alana berdecak. Merasa kesal dengan sifat cuek milik Rendy. Entahlah. Menurut Alana sangat-sangat menjengkelkan.
“Gak usah misuh-misuh dalem hati. Cepetan naik.”
Rendy menaikan standar motornya. Menunggu Alana untuk menaiki motornya namun ia tahan lengan gadis itu saat mengingat sesuatu.
“Sebentar.”
Rendy mengambil helm yang berada didalam jok motornya. Memberi helm tersebut lalu mengacak rambut Alana yang membuat gadis itu langsung salah tingkah.
“Dipake helmnya. Gue gak mau ditilang. Ribet.”
“I-iya.”
Tanpa Alana sadari, tak jauh dari tempar Alana dan Rendy berdiri ada Arga yang terus memperhatikan dengan tatapan tak suka.
“Ren, lo gak akan bisa nikung gue.”