Akhir sebuah penyesalan
Jo menangis dengan keras dibawah guyuran hujan. Ia menyesal, sangat menyesal atas perbuatannya. Ia sungguh tak bisa mengendalikan amarahnya dan selalu melampiaskan kepada anak manisnya.
Dan sekarang Jo kembali merasa kehilangan. Ia merasa sangat jahat karna sudah membunuh anak yang seharusnya ia jaga. Ia tak pantas di sebut Papa oleh kedua anaknya yang sudah pergi.
Seharusnya ia menerima kepergian Raden. Seharusnya ia menerima takdir tuhan. Seharusnya ia menjaga anak yang sudah di takdirkan oleh tuhan.
Dan kini penyesalannya hadir. Jo di bawa oleh beberapa polisi. Meninggalkan makam dan juga surat yang di tuliskan oleh Narendra.