Bertemu
Dengan langkah tergesa, Jeffryan berjalan menuju ruang ICU yang berada pada lantai satu rumah sakit Medicare Centra. Langkahnya yang besar mampu membawa Jeffry kedepan ruang ICU dengan cepat.
Disana, dapat Jeffry liat satu orang lelaki dengan pakaian santai dan juga Kiara yang menatap pintu ICU dengan sesegukan karna selepas menangis. Jeffry langsung mendekati Kiara, ia langsung memeluk istrinya dengan erat.
Tangis Kiara kembali pecah. Kiara mengeratkan pelukannya, tubuhnya gemetar akibat tangisannya yang semakin kencang.
“Mas, Satya didalam. Anak aku baik-baik aja kan?” tanya Kiara dengan suara pelan.
Jeffryan tidak menjawab. Ia memandangi wajah lelaki yang menurutnya sangat mirip dengan Satya. Entah memang benar mirip atau hanya perasaannya saja.
Jonny yang merasa dirinya diperhatikan tersenyum tipis sebagai tanda hormatnya. Ini adalah pertama kalinya Jonny bertemu dengan suami dari Kiara. Jonny akan menjelaskan semuanya dan akan meluruskan kesalah pahaman yang membuat Satya hidup dengan kebencian.
“Ra, Satya pasti baik-baik aja. Percaya sama aku ya?” ujar Jeffryan sambil mengelus rambut Kiara dengan lembut.
Kiara melepaskan pelukannya dengan perlahan. Ia menggenggam tangan Jeffryan dengan sangat erat. Kiara sadar bahwa ada Jonny didekatnya dan Kiara akan menjelaskannya sekarang.
“Mas, kamu ngira aku selingkuh kan waktu hamil Satya? Tapi aku gak selingkuh, Mas....”
“Bukan waktu yang tepat buat kita bahas ini, Ra. Saty-”
“Laki-laki yang didekat kita adalah laki-laki pemabuk yang menghamili aku, Mas.”
Ucapan Kiara berhasil membuat Jeffryan mematung. Detak jantung Jeffryan berubah cepat, seperti dikejar oleh sesuatu.
“Gue Jonny. Dan apa yang dibilang sama istri lo itu bener. Gue sama dia gak ada hubungan apapun. Dan tanpa sadar gue udah paksa dia untuk berhubungan waktu itu. 17 Tahun yang lalu gue baru aja kehilangan kakak gue. Gue stress dan gue lebih milih buat minum. Dan ya, saat pulangnya tanpa gue sadar gue nge-”
Bugh-!
Satu pukulan mendarat dengan mulus di pipi Jonny. Nafas Jeffryan berubah memburu. Emosinya berada dipuncak dengan cepat. Semua kejelasan dari Jonny dan Kiara mampu memancing emosi Jeffryan.
“Brengsek! Bajingan! Kiara istri gue bangsat!”
Jeffryan kembali ingin memukuli Jonny. Namun dengan cepat Kiara memeluk lelaki itu dengan erat hingga Jeffryan tidak dapat berkutik lagi.
“Mas! Udah! Dia ayahnya Satya!”
Nafas Jeffryan memburu, tapi secara perlahan lelaki itu membalas pelukan istrinya.
Selama 17 tahun mereka dilingkari oleh kesalah pahaman. Membuat Jeffryan menjauhkan Kiara dan membuat Kiara membenci Satya. Anak yang tidak tau menahu tentang masa lalu kedua orang tuanya.
Sedangkan dilorong kanan, tanpa sadar ada yang mendengar pembicaraan mereka.