Ribut.

Alingga dengan perlahan turun dari motornya Langit. Matanya melirik sekitar parkiran mall, sangat luas dan sangat panas menurut Alingga.

“Ayo, Lin.” ajak Langit dengan reflek menggenggam tangan Alingga.

Membawa Alingga kelantai tiga dimana yang lainnya berkumpul. Alingga melihat sekitarnya lagi, melihat sekeliling dengan tatapan bingung dan asing.

“Kenapa kecil banget?” gumam Alingga.

“Hah? Kenapa, Lin? Kekecilan? Ini Mall paling besar malahan.” saut Langit dengan rasa bingung.

Alingga menatap terkejut, gadis itu langsung menggeleng dengan cepat. “Ah enggak. Maksudnya jaket gue ke kecilan, hehehe.”

“Ohhh. Yaudah ayo, itu mereka.”

Langit berjalan dengan cepat menghampiri teman-temannya yang berada di restoran Jepang yang ada di Mall itu.

Tasya menoleh kearah Langit dan Alingga, matanya menatap terkejut saat Alingga ikut hadir dengan Langit.

“Loh? Kok kamu ikut?!” tanya Tasya dengan reflek.

Rachel dan Griya menaikan sebelah alisnya, menatap Tasya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

“Kenapa lo ngomong gitu?”

“Eh? Enggak kok, maksudnya-”

“Maksud Tasya tuh dia minta gue buat gak ikut supaya gak mancing keributan kayak di group tadi. Kalo ada yang bilang gue nuduh, gue ada buktinya kok.” Alingga mengambil ponselnya, tangannya dengan cekatan membuka roomchat dengan Tasya. Lalu ia tunjukan pesan itu kepada semua teman-teman 'barunya'.

“Kok lo gitu sih, Sya? Alingga gak mancing keributan kalo lo dari awal gak nanya Alin ada uang atau enggak.” ujar Seano dengan sinis.

Tasya terdiam. Ia baru pertama kali dimarahi oleh teman-temannya seperti sekarang. Wajahnya dibuat-buat seperti murung, seperti anak kecil yang terciduk bohong.

“Maaf. Sya gak maksud kok. Sya cuman kasian liat Angkasa diomelin sama kalian tadi.” ujar Sya mencari alasan.

“Yang ngomelin Angkasa itu kita, kenapa lo yang nyuruh Alingga buat gak ikut? Aneh lo.” ujar Fariz dengan kesal.

Alingga hanya melihat dengan santai. Ia sangat suka bermain-main seperti sekarang.

Brak-!

Suara gebrakan yang ditimbulkan oleh Angkasa membuat mereka terkejut, terkecuali Alingga.

*“Bacot lo semua!” Bentak Angkasa dengan kencang. Angkasa berdiri, lelaki itu langsung menarik Tasya pergi dari sana.

“Playing victim. Cih, murah.”