Bunda.
Gema dan juga Athaya turun dari motor Gema yang telah Gema berhentikan. Athaya melihat sekitar rumah Gema. Banyak tanaman dan juga bunga yang tersusun rapih halaman depan rumah Gema. Serta ada kolam ikan yang berada di ujung halaman.
“Depan rumah Kakak bagus banget.” ujar Athaya setelah melihat Gema turun dari motornya.
Gema tersenyum, ia merangkul gadis itu. Mengajaknya untuk melihat kolam ikan yang terdapat banyak ikan koi.
“Ini yang buat Papa aku. Kalau tanaman yang buat itu Mama aku.” ujar Gema.
Athaya tersenyum, ia menyentuh air kolam ikan dan memegang ikan yang berenang dengan tenang.
“Loh? Gema udah pulang? Ini siapa Gema?”
Suara indah milik wanita yang Gema sayangi membuat Gema dan Athaya terkejut. Lelaki itu menoleh, mendapati sang Ibunda yang masih memakai apron yang artinya Bundanya masih memasak untuk makan siang.
“Bun, ini pacar Gema. Namanya Athaya.” ujar lelaki itu.
Athaya tersenyum lembut, tangannya langsung ia angkat untuk bersaliman dengan Bunda Gema.
“Siang, tante. Saya Athaya.”
“Panggil Bunda aja ya, cantik.” Bunda tersenyum. Namun matanya langsung melihat rambut Athaya yang memiliki potongan yang berantakan.
“Aduh, rambut kamu kenapa sayang?” tanya Bunda dengan sedikit greget.
“Bun, nanti aja Gema ceritain. Bunda tolong rapihin bagian bawah rambut Athaya ya?”
“Iya iya. Bunda lanjut masak dulu, nanti Bunda rapihin oke? Bunda kedalam lagi ya.” ujar Bunda lalu kembali masuk kedalam dengan senyuman.
Athaya menoleh kearah Gema, senyumannya tak luntur sejak tadi. Senyuman yang menandakan bahwa gadis itu merasa sangat nyaman.