Cuddle.
Malam dengan terangnya cahaya langit mampu membuat Almara menatap langit dengan kagum. Almara dan Darma saat ini sedang berada di bangku yang tersedia didekat kolam renang private milik mereka.
Pasutri itu sedari tadi sibuk berpelukan sambil memandangi langit yang masih terlihat cerah. Tangan Darma sedari tadi mengelus rambut Almara dengan lembut. Membuat gadis itu sedikit mengantuk dipelukan Darma.
“Al, maaf ya? Maaf udah kasih rasa sakit diawal pernikahan kita.” ujar Darma dengan suara pelan.
Almara mendongak, menatap mata Darma yang ternyata sedang menatap dirinya. Gadis itu tersenyum, lalu ia mengeratkan pelukannya seakan takut Darma akan pergi meninggalkannya sendirian.
“Cantikan gue apa Aruni?” tanya Almara. Darma tersenyum, tangan lelaki itu reflek ia angkat untuk mencubit hidung istrinya.
“Muka lo itu muka baby face. Kalo mukanya Aruni muka orang-orang dewasa. Waktu gue lagi jalan sama lo aja banyak yang bilang gue bokap lo.” Darma mendengus pelan. Lelaki itu kesal karna selalu mendapatkan pertanyaan 'ini anaknya ya?' sambil menunjuk Almara.
Almara tertawa puas. Gadis itu terlihat senang saat Darma menunjukan ekspresi kesalnya.
“Lo ketuaan”
“Gue masih 22 ya! Muka lo aja yang gak sinkron sama umur.”
“Dih?”
Gadis itu kembali memeluk Darma disela tawanya. Almara merasa nyaman dengan dekapan yang diberikan Darma. Terasa hangat walau cuaca didaerah Prancis sangat dingin sekarang.
Menurut Almara, Darma memang menyebalkan untuknya. Apa lagi saat mereka berdua dekat untuk pertama kalinya. Namun siapa sangka ternyata Darma sangat manja kepada Almara sekarang? Layaknya anak ayam yang takut kehilangan induknya.
Almara mendongak kembali, menatap manik coklat milik Darma yang terlihat indah. Tangannya ia angkat untuk mengusap pipi Darma.
“Dar, lo gak mau ucapin sesuatu gitu?” kode Almara membuat Darma tersenyum.
Lelaki itu mengeratkan pelukan pada pinggang Almara, membuat mereka berdua semakin tak berjarak.
Cup
Kecupan singkat yang diberikan Darma membuat Almara tersipu. Gadis itu terdiam dengan mata yang membulat sambil menatap wajah Darma.
“I love you.”