Dua jiwa yang berjuang

Wanita dengan pakaian simpel namun elegannya berjalan dengan tergesa di lorong rumah sakit yang Darwin berikan. Perasaan wanita itu sejak tadi merasa sangat cemas. Pasalnya ini tentang dua orang yang Kiara sayangi didunia.

Langkahnya terhenti dibelakang Darwin yang sibuk memainkan ponselnya. Tangannya menepuk bahu lelaki itu hingga Darwin terkejut dan hampir saja menjatuhkan ponselnya.

“Ra, jangan ngagetin!” kesal Darwin, lelaki itu langsung menyimpan ponselnya pada saku celana.

“Lo mau ngomong apa? Mas Jeffry kenapa? Anak gue juga kenapa lo bawa-bawa?” tanya Kiara dengan mata yang penuh kecemasan.

Darwin menghela nafas pelan. Merasa kasihan saat melihat Kiara yang tampak sangat khawatir. Namun Darwin tidak mungkin menyembunyikannya lebih lama.

Dan pada akhirnya lelaki itu menjelaskan semuanya. Tentang penyakit Jeffryan dan juga Satya. Membuat ibu dua anak itu langsung meneteskan air mata tanpa bisa ditahan.

Rasanya seperti Kiara yang kehilangan tenaganya. Kaki wanita itu berubah lemas dan hampir terjatuh jika saja Darwin tidak menahan Kiara.

“Darwin... gak mungkin...”

Tangis Kiara langsung pecah saat Darwin mengusap tangannya. Niat Darwin ingin menenangkan Kiara namun wanita itu malah semakin nangis dengan kencang.

“Ra, udah. Sekarang tugas lo cukup berdoa dan usaha. Ya? Temen gue dokter yang ngerawat Satya. Lo bisa minta bantuan dia.”

Kiara menggeleng dengan keras. Ia dengan reflek memeluk Darwin untuk melampiaskan semua emosinya.

Rasanya takdir tak adil untuk Kiara. Wanita itu ingin memaafkan masa lalu tetapi mengapa Tuhan ingin merenggut kedua jiwanya? Mengapa Tuhan memberikan cobaan yang harus berhubungan dengan nyawa? Mengapa Tuhan mengirim penyakit yang menyulitkan suami serta anaknya?

Dan banyak mengapa lainnya didalam pikiran Kiara.