Dua raga yang tertimbun tanah.

Langit sore yang mendung serta angin yang berhembus membuat bunga tabur yang berada diatas dua makam baru berterbangan tak tentu arah.

Dua makam dengan pemilik nama Joandra Aksara dan Bumi Jonandra telah sepi dari kerabat keluarga serta teman-teman yang sempat mengantarkan mereka kepemakaman terakhir dari anak dan ayah tersebut.

Ide Jo untuk memberi jantung kepada Bumi hanya ide yang tak berhasil. Operasi pada siang itu harus gagal akibat Bumi yang tak dapat bertahan serta Jo yang kehilangan banyak darah. Membuat keduanya sama-sama kehilangan nyawa pada waktu yang sama.

Telah banyak waktu untuk mereka bersama. 19 Tahun pas Jo dan Bumi saling bergurau dan menguatkan satu sama lain. Hingga akhirnya mereka pergi dengan cara yang berbeda tetapi pada waktu yang sama.

Banyak yang berharap Jo dan Bumi tenang diatas sana. Menciptakan keluarga kecil yang harmonis bersama Liliana.

Mereka sudah tak merasakan sakit lagi. Bumi sudah tidak perlu menangis dan merintih akibat sakit di dada seperti tertusuk oleh ratusan pisau tajam. Dan Jo sudah tidak menangis karna mencemaskan anaknya.

Keduanya telah berpergi dengan tenang. Meninggalkan rasa duka dan rasa haru sebab kepergian yang bersamaan.