Excited

Terik matahari pagi membuat Satya menyipitkan matanya. Walau ia berada didalam mobil, tetapi cahaya matahari itu menembus kaca mobilnya. Membuat Satya berdecak kesal, belum lagi macetnya kota Jakarta membuat lelaki itu semakin kesal.

“Ma, Satya boleh cerita? Kalau Mama risih Satya bakalan diem kok.” ujar Satya dengan suara pelan. Sejujurnya ia takut saat melihat wajah datar milik Kiara.

“Cerita aja. Mama dengerin.” jawaban Kiara membuat Satya langsung menoleh. Lelaki itu menatap seolah-olah ia tak percaya bahwa Kiara mengizinkannya.

“Makasih, Mama!” ucap Satya dengan bersemangat.

Setelah itu selama perjalanan, Satya terus bebagaimana. Menceritakan setiap kesehariannya. Menceritakan bagaimana baiknya teman-teman Satya kepada dirinya. Menceritakan semua hal yang ia alami selama 17 tahun kebelakang. Dengan singkat tentunya.

Sedangkan Kiara, wanita itu tersenyum tipis secara diam-diam. Ia merasa sangat senang melihat keceriaan milik Satya sekarang.