Gpp
—
Gilang masuk kedalam rumah Kanaya saat sudah diizinkan oleh gadis itu.
Kanaya sangat bersyukur saat Gilang datang kerumah sang ayah sudah pergi untuk bekerja.
“Sepi. Adik Naya mana?” Tanya Gilang saat sudah duduk di sofa tamu Kanaya.
“Dia sekolah. Harusnya Gilang juga kuliah.” Ujar Kanaya sambil membawa cemilan untuk Gilang.
Lelaki itu tersenyum senang saat Kanaya memberikan cemilan favoritnya.
“Makasih Naya!” Gilang mengambil cemilan itu lalu memakannya dengan lahap.
“Abis ini kuliah ya? Gak boleh bolos buat ketemu Naya doang.”
Gilang tak menggubris. Atensinya teralihkan saat melihat kening Kanaya yang seperti membiru.
“Nay, ini kenapa?” Tanya Gilang cemas.
Lelaki itu ingin memegang lukanya namun segera ditepis oleh Kanaya.
“I-ini...ini kejedot kok. Naya gpp.”
“Naya jangan bohong sama Gilang.”
“Naya gpp Gilang! Gak usah perduliin Naya!” Tanpa sengaja Kanaya membentak.
Jelas Gilang terkejut. Tidak biasanya Kanaya seperti itu. Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kanaya.
©dya130421