Grandpa

Bumi hanya melihat Grandpa dan juga Bulan lewa jendela kamarnya. Ia terlalu malas untuk bertemu sang Kakek jika berujung akan di ceramahi.

“Bumi, kamu ngapain sih?” Tanya Cloudya kesal.

Bumi menoleh, lelaki itu menggeleng pelan.

“Ada Grandpa sama Bulan.” Ujar Bumi.

Pintu kamar Bumi terbuka, menampilkan Grandpa yang berdiri sambil memegang tongkat kesayangannya.

“Kenapa kalian hanya berdua di kamar? Bumi, sudah saya bilang jika saya tidak suka kamu berpacaran dengan perempuan seperti dia. Dan kenapa kamu biarkan adik kamu pergi sendiri?”

Bumi menatap datar. Ia tak suka jika sudah mendapat kalimat-kalimat seperti itu.

Grandpa gak berhak atur hidup Bumi.”

“Kalau tidak mau saya atur, silahkan menjadi gelandangan diluar.” Ujar Grandpa lalu berlalu pergi meninggalkan kamar Bumi.