Gue Esa, bukan Bulan
—
Bulan memakan bekalnya dikantin dengan tenang. Dirinya tak perduli dengan Bumi yang duduk di dekatnya sambil berucap maaf sejak tadi. Meminta Bulan untuk kembali lagi kerumahnya.
“Bulan, kalau lo gak mau pulang gpp. Maaf udah cukup buat gue.”
“Gue Esa, bukan Bulan.” ujar Bulan pada akhirnya.
“Esa, gue lebih suka dipanggil Esa dari pada Bulan. Bulan buruk buat gue.” lanjutnya.
Bumi terdiam. Merasa sangat asing dengan panggilan Esa namun harus Bumi iyakan.
“Iya. Esa, maafin gue ya?”
“Kalau gue maafin, apa lo bisa sembuhin luka gue?”
Lagi-lagi Bumi terdiam. Ia tak tau apakah luka itu masih bisa disembuhkan atau tidak. Tapi semoga aja masih bisa Bumi sembuhkan.
“Bisa. Gue bakalan lakuin apapun buat lo.”
“Kalau gitu lo jangan ikutin gue lagi.”
Final Bulan lalu meninggalkan Bumi. Bahkan melewati Gala tanpa menyapa apapun.