Hampir...
Darma berjalan dengan cepat mendekati Jevan yang bersandar pada dinding yang ada dibelakangnya. Lelaki itu ingin menghajar Jevan namun ia urungkan saat melihat dokter keluar. Darma jelas lebih memilih untuk mendekati dokternya dan bertanya tentang keadaan Kara.
“Dok, gimana keadaan sepupu saya?” tanya Darma dengan cemas.
“Syukurlah adik Kara berhasil mendapat penanganan tepat waktu. Jika tidak, mungkin nyawanya tidak akan tertolong karna alerginya terlalu parah. Untuk kedepannya dimohon untuk lebih memperhatikan komposisi didalam makanan ya.” ujar sang dokter sambil tersenyum tipis.
Darma tak menjawab apapun. Ia menoleh kearah Jevan yang hanya terdiam karna merasa bersalah. Darma mendekati Jevan perlahan, lelaki itu langsung menarik kerah Jevan dan...
Bugh!
Darma memukul rahang Jevan dengan kuat, hingga sudut bibirnya robek dan berdarah.
“Tonjokan pertama dari gue buat lo karna hampir buat sepupu gue mati.” ujar Darma dengan penuh emosi.
Darma langsung masuk kedalam ruangan Kara, meninggalkan Jevan yang hanya diam mematung karna rasa bersalahnya.
“Ra, maafin aku.”