Hasil DNA.

Suara ramai pada lorong rumah sakit tempat kelahiran Orelyn dan kembarannya tak dapat lepas dari ingatan Jeffryan. Pria itu menatap seluruh lorong yang sedang ia lewati, mencari titik dimana hari bahagia itu hadir. Langkahnya ia bawa menuju ruang bersalin yang sempat digunakan oleh sang mendiang istri untuk melahirkan anak-anaknya yang sangat luar biasa.

Perlahan air mata Jeffryan mengalir dengan lancangnya. Mengingat bagaimana dulu sang istri berjuang untuk mempertahankan tiga kehidupan. Nyawanya dipertaruhkan untuk menyelamatkan kedua anaknya yang telah tumbuh seiring berjalannya waktu. Namun sayang, kejadian naas yang menimpa istri dan putranya berhasil merenggut nyawa keduanya. Meninggalkan Jeffryan dan Orelyn hanya berdua untuk melanjutkan kehidupan.

“Jeff.” panggilan dari seorang pria dibelakangnya membuat Jeffryan tersentak. Lelaki itu menghapus air matanya, lalu ia balikan badannya menghadap pada seorang pria dan satu perempuan yang masih seumuran dengan putrinya.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Jeffryan dengan raut wajah yang datar.

Harsa memberikan sebuah amplop yang berisikan hasil test DNA yang mereka jalani beberapa minggu yang lalu. Bahkan sekarang sudah memasuki minggu ke-3 setelah melakukan beberapa tahan untuk tes DNA

“Bisa lihat sendiri hasilnya.” ujar Harsa dengan tenang. Ia merangkul Evelyn yang hanya terdiam dari tadi. Bahkan wajah lembut Evelyn yang dibuat-buat tak dapat membuat Jeffryan berubah untuk menjadi perduli.

Jeffryan membuka amplop tersebut. Mengambil selembaran kertas yang berada didalamnya. Membaca kalimat-kalimat yang tertera dengan tak sabar. Lelaki itu terdiam saat melihat satu hasil yang membuat tangannya meremas ujung kertas hingga lecak. Ia menatap Harsa dan Evelyn secara bergantian, bahkan Jeffryan tidak bisa berfikir sekarang.

“Bagaimana?” tanya Harsa seolah tak tahu menahu isi dari kertas tersebut.

Jeffryan menghela nafas pelan, ia menaruh kembali kertas pada amplop tersebut. Matanya dengan sayu menatap Evelyn yang hanya berdiri dan diam sejak tadi.

“Evelyn, kamu ikut saya untuk pulang. Barang-barang kamu akan diantarkan oleh suruhan saya. Kamu ikut didalam mobil saya.”