Isyarat dalam lagu.
Selama empat tahun, Jevan memandangi langit yang dipenuhi bintang hanya sendirian. Namun sekarang, lelaki itu duduk didekat danau sambil memandangi bintang bersama seorang gadis yang sudah empat tahun Jevan cari.
“Bagus gak?” tanya Jevan sambil tersenyum.
Gadis itu tersenyum, matanya sedikit menyipit karna terdorong oleh pipinya.
“Bagus, aku suka. Bulannya juga terang banget.” ujar Kara dengan senang.
Tangan Jevan terulur untuk merangkul bahu gadis itu, namun ia urungkan saat tangannya merasakan rintikan kecil hujan.
“Ra, mau hujan. Ayo ke mobil.” ajak Jevan, lelaki itu menarik tangan Kara untuk membantu Kara berdiri.
Terlihat jelas wajah Kara yang berubah kecewa. Bintang dan juga bulan yang indah itu tertutup oleh awan mendung dengan cepat.
*“Padahal baru sebentar.” Gumam gadis itu dapat di dengan orang Jevan.
Jevan tersenyum tipis, ia membukakan pintu mobil untuk Kara. Setelah Kara masuk, dengan cepat Jevan menyusul Kara kedalam mobil.
“Maaf ya. Aku gak tau kalau hari ini bakalan hujan.” ujarnya dengan rasa tak enak.
“Bukan salah kamu. Kamu bukan Tuhan, wajar kalau kamu gak tau.”
Jevan tersenyum. Lelaki itu mengambil sesuatu yang berada ditasnya. Mengambil sebuah lampu bulat yang memiliki lubang kecil diatasnya.
“Kara, liat.”
Jevan menaruh lampu itu diantara Kara dan dirinya. Tangannya menekan tombol power hingga lampu itu menyala. Dan langit-langit mobil menangkap gambar Galaxy dari lampu tersebut.
Gadis itu tersenyum, matanya memperhatikan langit-langit mobil hingga kebelakang mobil. Kara menatap takjub cahaya lampu yang bisa membuat mobil Jevan penuh dengan gambaran Galaxy yang bergerak.
“Jev, ini bagus banget.” ujar Kara dengan senang.
“Kamu mau lampunya? Kalau mau aku kasih ini buat kamu.”
“Beneran?!”
Jevan mengangguk. Kara bertepuk tangan senang layaknya anak kecil yang diberi permen oleh ibunya. Lelaki itu terkekeh melihat tingkah laku sang mantan.
Matanya tak berhenti menatap Kara yang masih saja tersenyum sambil memperhatikan lampu yang baru saja ia berikan. Sampai Jevan mengingat satu lagu yang mungkin cocok untuk dirinya dan Kara.
“Kara, dengerin lagu ini.” Jevan mengambil ponselnya. Tangannya dengan cepat memasang sebuah potongan lagu untuk Kara.
Akhirnya kita bersama Setelah menanti lama Semoga selalu terjaga Waktu telah berbicara Menanti tak sia-sia Karena kau yang kini ada Sangatlah berharga
Kara tersenyum. Gadis itu merebut ponsel Jevan dari tangan Jevan, membuat lelaki itu menatap bingung.
“Dengerin.” Kara memegang ponsel Jevan, gadis itu ikut memasang potongan lagu untuk lelaki dihadapannya.
Jika nanti kau ingin aku lagi Kejarlah sekuat tenaga Jika kau ingin hati ini lagi Rayulah sekuat tenaga
Jevan terdiam. Ia sangat paham apa yang dimaksud dari potongan lagu ini. Apakah Kara meminta Jevan untuk berjuang kembali?