Jatuh.

Kayna turun dari taxi dengan perlahan. Ia memegang perutnya yang sudah semakin membesar karna usia kandungannya sudah menginjak 8 bulan. Yang artinya tak lama lagi Kayna akan melahirkan buah hatinya.

Mata Kayna mengedar, mencari perempuan yang mengajaknya bertemu sekarang. Sampai matanya menangkap Acha dengan perut yang besar namun tak sebesar Kayna.

“Acha!” panggil Kayna dengan berteriak.

Acha menoleh, menampilkan smirk yang membuat Kayna kebingungan. Tatapan Acha seperti penuh rasa dendam disana, membuat Kayna takut dan lebih memilih mundur saat melihat Acha mendekat.

“Lo mau kemana?” Acha menarik lengan Kayna dengan kuat. Gadis itu meringis saat lengannya dicengkram dengan kuat.

“A-acha, sakit.”

“Gue gak perduli! Ikut gue!”

Acha menarik Kayna dengan paksa. Membawa Kayna kepinggir jurang yang terlihat sangat dalam.

“Acha, kenapa kesini? Katanya mau ngobrol dimobil?” tanya Kayna dengan takut.

Acha terkekeh sinis. Ia menepuk pipi Kayna dengan pelan.

“Lo polos, atau bego? Lo gak sadar ya selama ini gue benci banget sama lo! Karna lo gue gak bisa dapetin Mahesa!”

“T-tapi jodoh kamu bukan mas Mahesa, Cha. Kan-”

“Halah! Brisik lo!”

Acha menarik lengan Kayna, bersiap untuk mendorong Kayna ke jurang yang berada disampingnya.

“Ucapin selamat tinggal dunia.”

“A-acha! Jangan!”

Srett-!

“Acha!!!”

Sialnya, Acha kehilangan keseimbangan saat ingin mendorong Kayna kedalam jurang yang berada disampingnya. Hingga ia lah yang jatuh kedalam jurang yang sangat curam.