'Kamu gak takut jatuh cinta?'

Dua pasang kaki yang berjalan berdampingan tak dapat membuat obrolan mereka terpaut dengan panjang. Sesekali Cilla bertanya dan sering kali William menjawab dengan deheman yang lumayan keras.

Canggung. Itu yang mereka rasakan sekarang. Otak gadis itu terus saja berputar untuk mencari obrolan. Cilla sangat yakin, lelaki kaku seperti William pasti tidak akan pernah mau mencari topik untuk mengobrol lebih panjang.

“Li-”

“Kenapa kamu bisa suka sama saya?”

Langkah Cilla dengan reflek terhenti setelah mendengar pertanyaan William. Gadis dengan rok pendek itu menoleh kearah William dengan sangat terkejut. Untuk pertama kalinya, William bertanyaan tentang perasaannya.

“Kenapa diam? Sebuah tindakan ada alasannya kan?” tanya William yang ikut berhenti disamping Cilla.

Lelaki itu menatap Cilla yang lebih pendek 20cm darinya. Alisnya terangkat, seolah menyuruh Cilla menjawab dengan cepat.

“Karna lo beda, Li.” jawaban dari Cilla membuat William menatapnya dengan kerutan dahi yang terlihat. Satu kalimat yang sangat sulit untuk William pahami.

“Kamu gak takut jatuh cinta? Kata Kyren kamu selalu ditikung sama orang lain. Tapi kenapa kamu masih terus jatuh cinta?”

Cilla terdiam sejenak saat mendengar nama sahabatnya disebut oleh William. Cilla sama sekali tidak tau jika Kyren bercerita tentang masa lalunya kepada William. Entah mengapa rasanya Cilla tidak suka jika masa lalunya di beberkan begitu saja.

Gadis itu berjalan pada pinggir jembatan tempat mereka berdiri sekarang. Cilla melihat bintang yang bersinar walau tidak terang, memperhatikan bulan yang berbentuk bulat sempurna.

“Lo mau tau apa yang buat gue gak takut buat jatuh cinta berkali-kali? Karna yang gue rasain sekarang bukan jatuh cinta, Wil. Gue cuman ngerasa gue suka sama seseorang, kalau orang itu udah ada pacar yaudah. Rasanya bakalan ilang gitu aja. Walaupun ada rasa sakit yang terselip.”

“Dan lo tau apa yang buat gue gak takut suka sama orang berkali-kali? Karna gue udah bisa nebak endingnya gimana, walaupun alurnya berbeda-beda.”

Jawaban yang diberikan Cilla membuat William terdiam. Lelaki itu dapat merasakan sesuatu yang menyentuh hatinya, namun bodohnya ia tak tau apa arti dari rasa itu. Seperti ada sesuatu yang menekan hatinya. Terasa sakit dan juga perih yang dirasakan. Entah mengapa rasa sakit itu datang secara tiba-tiba.

William sama sekali tidak paham apa itu suka, jatuh cinta, rasa nyaman dan juga sayang. William sama sekali tidak bisa membedakan ketiga kata itu. Yang selama ini William tau hanyalah rasa sakit yang ditimbulkan oleh Ibunda. Rasa sakit yang seharusnya sang Papa rasakan tetapi William yang menggantikan untuk sekarang. Sampai William buta apa itu rasa bahagia. Hanya ada pengkhianatan didalam pikirannya.

Namun semenjak mengenal Cilla, rasanya ada sesuatu baru muncul didalam lubuk hatinya. Wajah gadis itu selalu saja terbayang dengan senyuman lucunya. Wajah menggemaskan yang khas itu selalu saja menjadi teman tidurnya setiap malam.

Dan akhirnya William mengerti sekarang. Lelaki itu telah jatuh kedalam jurang yang telah dibuat gadis yang selalu mengganggunya disetiap harinya.