Kecelakaan
Suasana didalam mobil Darma sangat hening dan sunyi. Aruni hanya diam dan Darma yang fokus menyetir mobil.
Dengan tiba-tiba tangan Aruni berada di stir mobil. Darma menaikan alisnya, menoleh kearah Aruni yang menatapnya dengan senyuman menyeramkan.
“Kenapa sayang?” tanya Darma berusaha santai.
Aruni terkekeh remeh, ia mengeratkan genggamannya pada stir mobil.
“Gue tau lo pura-pura amnesia. Kalo gue gak bisa dapetin lo, Almara juga gak boleh dapetin lo!”
Tatapan Aruni berubah menjadi tatapan tajam. Tangan gadis itu berusaha untuk membanting stir mobil milik Darma.
“Aruni! Kamu jangan gila! Kita bisa mati!”
“Gue gak perduli! Asalkan lo gak bahagia sama Almara! Kita mati pun gue gak perduli, Darma!”
Aruni terus menarik stir Darma. Keseimbang mobil itu telah hilang. Mobil Darma berjalan tidak tentu arah.
Hingga Darma melihat sebuah truk yang berlawanan arah mendekat mobil Darma. Lelaki itu berusaha meminggirkan mobilnya.
Namun naas. Sebelum mobil Darma berhasil selamat, truk itu sudah menabrak mobilnya. Hingga Darma dan Aruni terguling didalam mobil.
Mobil Darma telah terbalik. Aruni sudah tak sadarkan diri di tempat. Sedangkan Darma meringis pelan karna tenaganya telah habis. Darah mengalir keluar dari mata dan kepalanya. Tangannya terhimpit antara kursi dan stir. Tak dapat dibayangkan beratap rasa sakit yang dirasakan oleh darma.
“A-al... m-maaf...”
Dua kata terakhir sebelum kegelapan merenggut kesadaran Darma.