Belum siap

Suara berisik dari orang yang berlari dan juga menangis memecahkan lorong rumah sakit yang sepi. Setelah dikabarkan oleh Darwin, Jonny langsung memberi tau kedua anaknya untuk ketempat kejadian. Setelah sampai Sabiru sudah berhasil di evakuasi dan sudah berada didalam ambulan.

Rasanya Jonny ingin menangis sekarang juga. Namun ia tahan karna ada kedua anaknya. Jika Jonny lemah, siapa yang akan menguatkan Reno dan Senjani?

“Maaf, pak. Silahkan tunggu disini.” ujar salah satu suster lalu menutup ruangan tempat Sabiru.

Jonny menghela nafas pelan. Ia sangat khawatir jika Sabiru pergi meninggalkannya. Ia tak siap harus menghidupkan kedua anaknya tanpa seorang ibu yang mendampingi mereka.

“Papa...” suara Senjani terdengar gemetar. Gadis itu menarik dengan pelan kemeja Jonny hingga ia menoleh.

“Jani, Mama pasti baik-baik aja.” ujar Jonny sambil memeluk anak perempuannya.

Reno hanya terdiam. Lelaki itu tak siap jika harus kehilangan sosok ibu kesayangannya. Reno tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Sabiru. Seorang perempuan yang sudah merawatnya dengan tulus sedari kecil.

Reno tau semuanya akan merasa kehilangan. Namun Reno mau Tuhan tidak mengambil nyawa kedua orang tuanya sebelum Tuhan mengambil nyawa dirinya sendiri.