Kenyataan

Juan, Gilang dan Andika memantau rumah Kanaya dari teras rumah Juan yang kebetulan bersebrangan dengan rumah Kanaya.

Mereka bertiga melihat mobil Ayah Kanaya memasuki garasi rumahnya. Mata Gilang memicing saat melihat Ayah Kanaya membuka pintu dengan kasar yang langsung memperlihatkan Kanaya yang sedang berdiri.

Gilang reflek berdiri saat melihat Kanaya ditampar dengan keras oleh Ayahnya.

“Shit.” Gumam Andika.

“Gue rasa bokapnya lupa tutup pintunya. Selama ini kalau dia masuk pintunya langsung di tutup.” Ujar Juna.

“Persetan! Kanaya butuh bantuan kita!”

Gilang langsung berlari menuju luar rumah Juna. Langkahnya terhenti saat mendengar suara teriakan dan isakan seorang perempuan yang di yakini adalah suara Kanaya.

Andika dan Juna menyusul. Sedangkan Galih dan Yoga langsung berlari kedepan pintu rumah Kanaya.

“Om! Stop!” Teriak Yoga membuat Leon ( Ayah Kanaya ) berhenti memukuli anak gadisnya.

Gilang langsung masuk kedalam. Ia tak bisa menahan amarahnya hingga meninju Leon dengan membabi buta.

Kanaya tak bisa berkutik. Tubuhnya sudah kehabisan tenaga untuk menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Hingga ia merasa tubuhnya seperti melayang. Dan semuanya langsung terlihat gelap.

©dya130421