Kenyataan yang sesungguhnya
Jeffryan tersentak saat ia merasakan ada seseorang yang menepuk bahunya. Ia terdiam sejenak, masih berusaha mencerna sebuah mimpi yang buruk tentang Satya untuk kesian kalinya.
“Kerja, bukan tidur.” Darwin mendengus. Pasalnya sudah dari tadi Darwin berusaha membangunkan Jeffryan tetapi lelaki itu tidak berkutik sama sekali.
“Satya... anak gue... anak gue mana?” ujar Jeffryan dengan ketakutan membuat Darwin menatap bingung.
Darwin menahan lengan Jeffryan saat lelaki itu mencoba untuk pergi.
“Lo mau kemana?!”
“Satya! Anak gue meninggal!”
“Lo gila?! Satya lagi dirumah sakit, hari ini dia siap-siap buat pulang.”
Jeffryan terdiam, ia menghela nafas lega. Ternyata semuanya hanya mimpi buruk untuk dirinya.
Atau mimpi buruk untuk mengingatkan bahwa Satya membutuhkannya.