Kepergiannya

Elena mengikuti acara pemakaman tanpa adanya tenaga. Gadis itu terlalu lemah untuk menatap kepergian Akala dari sisinya. Elena selalu sesak jika mengingat ia adalah penyebab dari semuanya.

“El, ikhlas ya?” Rico berjongkok, mensejajarkan Elena yang duduk di kursi roda.

Elena tak menjawab, pandangannya kosong, hatinya telah hancur sekarang. Dunianya benar-benar runtuh. Hal paling menyakitkan selain menerima kenyataan bahwa ia lumpuh.

“Pulang.” Ujar Elena dengan suara pelan. Gadis itu memejamkan mata, membuat air matanya turun dengan deras.

Elena tak bisa. Elena tak tahan jika ia tidak menangis. Elena butuh pelampiasan untuk semuanya. Fikirannya berantakan sekarang.

Hanya satu yang ada di fikiran Elena. Ikut berasa Akala dan tidur disamping Akala.

©dya090421