Ketua Osis baru
—
Lelaki dengan almamater khusus osis itu terus memandangi gadis yang telat 15 menit. Gadis yang rambutnya di cat pirang dan pakaian sekolah yang tidak lengkap.
Gema, lelaki itu memutari Athaya dan menarik rambut Athaya pelan. Membuat gadis itu meringis karna tarikan Gema.
“Biasa aja kali, Kak. Tau rambut gue bagus.” Sinis Athaya dengan berani.
Beberapa siswi yang dihukum seperti Athaya melirik Athaya dengan ngeri. Athaya tak tahu, seberapa galaknya Gemantara.
“Lo mau sekolah atau mau goda laki-laki? Baju ketat, rambut pirang, gak pake seragam lengkap. Ini sekolahan! Bukan ajang kecantikan!” Bentak Gema membuat Athaya melirik lelaki itu dengan malas.
“Gue tau ini sekolahan. Gak ada yang bilang ini tempat ajang kecantikan. Lo sendiri tuh yang bilang.” Balasnya dengan berani.
Gema geram. Baru pertama kali ada yang berani melawannya. Lelaki itu langsung mengambil gunting yang berada di sakunya dan menarik rambut Athaya.
“Lo mau ngapain bangsat?!” Protes gadis itu, berusaha menyelamatkan rambut panjangnya dari Gema.
“Diem!”
Gunting yang Gema pegang sudah berada di rambut Athaya. Saat lelaki itu ingin memotong rambut tersebut, suara notifikasi yang mengganggunya membuat lelaki itu berhenti dari tugasnya.