Khawatir
—
Akala terus menggenggam tangan Elena dengan erat. Gadisnya telah tertidur setelah menangis cukup lama. Akala tak menuntut penjelasan, ia ingin Elena menjelaskan sendiri jika sudah siap.
“Bunda pulang ya.” Ujar Bunda Akala.
“Kala anter ya, Bun.
“Enggak usah. Kamu temenin Elena aja ya.”
“Emang Bunda gpp pulang sendiri? Kalau kenapa-kenapa gimana?”
“Bunda minta jemput teman Bunda kok. Sekalian makan malam.”
Akala mengangguk paham. Ia salim kepada Bundanya dan memandangi Bunda yang keluar dari ruangan Elena.
Atensinya kembali lagi kepada Elena selarang. Akala khawatir dengan gadisnya. Ia takut jika Elena kembali menerima terror yang lebih parah.
Akala tak bisa diam akan hal itu.
©dya060421