Mahesa dan Viona
—
Bula menghampiri Cloudya yang duduk dipojok dalam restoran. Gadis itu langsung menarik Bulan untuk duduk di hadapannya.
“Sebentar lagi pacar lo sama selingkuhannya dateng.” ujar Cloudya berbisik.
Bulan menaikan sebelah alisnya. Antara percaya dan tidak. Tetapi ia juga waswas jika Mahesa benar-benar bermain di belakangnya.
Tak lama lonceng pintu terdengar dengan nyaring. Menampilkan Viona dan Mahesa yang masuk sambil tertawa dengan bahagia. Bahkan kedua insan itu tidak menyadari keberadaan Bulan saking penuhnya restoran itu.
“Gue gak bohong, Lan.” ujar Cloudya kembali berbisik.
Bulan berdiri, ia menghampiri Viona dan juga Mahesa yang sedang memilih menu makanan. Membuat Cloudya bersmirk dengan samar.
“Kakak katanya pergi sama selingkuhan kakak?” tanya Bulan dengan polosnya.
Mahesa menoleh, menatap terkejut sekaligus bingung kearah Bulan.
“Selingkuh? Aku mana ada selingkuhan sayang. Kan aku udah bilang kalau aku pergis sama Viona.” ujar Mahesa.
Viona tersenyum sinis, melirik kearah Cloudya yang sedang menutupi wajahnya menggunakan tas.
“Kak, ikut Vivi deh.”
Viona menarik Mahesa ketempat Cloudya. Menarik tas Cloudya dan membiarkan tas itu jatuh sembarangan.
“Dia suruh Vivi buat hancurin hubungan Kakak sama Kak Esa tanpa tau kalau Vivi itu adik Kakak. Dia cuman tau kalau Vivi deket sama Kak Mahesa.” ujar Vivi dengan lantang.
Perempuan itu kesal dengan teman semasa SMP-nya dulu. Untungnya Cloudya tidak tau bahwa Mahesa adalah kakaknya. Jadi Viona bisa tau kejahatan Cloudya kepada Mahesa dan Bulan.
“Kan gue udah bilang. Kalau nyari musuh pinteran dikit.” suara Bulan terdengar sangat mengejek. Membuat Viona dan Mahesa terkekeh dengan puas.
Wajah Cloudya memerah. Antara menahan malu dan kesal. Tanpa perdulikan ketiga manusia itu, Cloudya langsung menyambar tasnya dan pergi dari resto secepat mungkin.