Makan malam.
Aruni dan Darma sudah berada diruang makan. Sedangkan Almara masih sibuk menyiapkan makanan untuk Aruni dan juga Darma.
Gadis itu menaruh sepiring nasi dengan lauk udang balado didepan Darma dan Aruni. Darma tersenyum, ia berdiri untuk mencium pipi sang istri.
“Makasih sayang.” ujar Darma kembali duduk.
Almara terkejud, namun rasa terkejudnya hilang saat melihat Aruni menatapnya dengan tatapan tidak suka. Almara tau bahwa hati gadis itu mulai panas. Dan Almara merasa menang sekarang.
“1-0, hahahhaa.” batin Almara dengan senang.
“Kalian makan duluan aja. Gue masih ada menu yang lain.” ujar Almara kembali ke dapur.
“Dimakan, Run. Pasti enak.”
Aruni tersenyum, ia mengambil satu ekor udang dan langsung memakannya. Namun rasa pedaslah yang langsung menyengat lidah dan juga mulutnya. Buru-buru Aruni mengambil minuman jeruk yang berada disamping piringnya, meminum air itu dengan tidak santai namun langsung Aruni muncratkan minumannya karna rasa asin yang sangat terasa.
“Kok asin? Pedes banget.” ujar Aruni dengan tidak santai. Akhirnya gadis itu menuangkan air putih, ia langsung meminum air putih tersebut dengan satu tegukan.
Sedangkan Almara tertawa dengan pelan. Aruni telah masuk kedalam jebakan yang ia buat. Makanan dan minuman yang sengaja Almara buat tidak enak mampu membuat Aruni tidak betah untuk berlama-lama.
“Darma, aku pulang aja ya. Aku baru inget kalo ada urusan.” ujar Aruni, dengan terburu-buru gadis itu langsung mengambil tasnya, berjalan keluar rumah Darma dengan tergesa.
Tawa Almara seketika pecah, ia mendekati Darma dan memeluk lelaki itu dari belakang.
“Al, lo apain si Aruni?” tanya Darma dengan bingung. Almara menyengir, ia mengeratkan pelukannya.
“Mampus. Makannya gak usah ganjen sama suami gue.”