Mau Elena

Dewa datang dengan tergesa. Didepan ruangan Elena terdapat Akala yang sedang duduk di lantai. Lelaki itu menatap kosong kedepan.

Dewa menghampiri Akala, ia mensejajarkan duduknya dengan Akala.

“Kenapa? Elena kenapa?” Tanya Dewa dengan panik.

Akala melirik kearah Dewa, lalu menatap lantai dengan pandangan kosong lagi.

“Detak jantungnya melemah.” Ujar Akala dengan suara pelan.

Dewa terdiam sejenak. Kakinya berubah lemas. Sekarang ia benar-benar terduduk dihadapan Akala.

“Gue...gue gak tau kenapa. Tiba-tiba mesinnya bunyi kenceng, Bang.” Ujar Akala dengan suara bergetar.

Dewa menghela nafas gusar. Tangannya terkepal dengan kuat.

“Lo tenang aja. Polisi pasti nemuin siapa pelakunya. Dan kita bisa temuin siapa dalang yang celakain Elena.”

“Gue gak perduli siapa pelakunya. Gue cuman mau Elena. Gue mau Elena sadar! Udah!”

Akala mengacak rambutnya frustasi. Lelaki itu terlihat berantakan, seperti tidak ada arah untuk melangkah. Fikirannya hanya terpenuhin dengan Elena, Elena dan Elena.

Gadis yang berhasil membuat Akala kacau untuk pertama kalinya.

©dya030421