Pamit — Tulus
—
Alana dan juga Arga hanya terdiam di kursi yang berada diteras rumah Alana. Atmosfer keduanya sangat canggung sekarang. Alana yang lebih memilih diam dan Arga yang bingung harus membahas apa.
“Al.” panggil Arga.
Alana tak menggubris sama sekali. Gadis itu lebih memilih mengambil handphonenya dan menyetel lagu Tulus yang berjudulkan Pamit.
Arga memperhatikan gadisnya. Merasa bingung mengapa Alana menyalakan musik sekencang itu.
Tapi, saat mencapai bagian reff Alana ikut bernyanyi, membuat Arga terdiam seribu bahasa.
Izinkan aku pergi dulu Yang berubah hanya Tak lagi kumilikmu Kau masih bisa melihatku Kau harus percaya 'Ku tetap teman baikmu
Setelah lirik tersebut selesai, Alana mematikan musiknya. Menatap Arga dengan senyum tipis yang tak seperti biasa.
Arga sangat paham betul maksud dari lagu itu. Alana ingin mengakhiri hubungannya, tak ingin kembali mempertahankan dengan Paula sebagai alasan. Namun Arga tidak bisa menerimanya.
“Alana, maafin aku ya? Jangan begini.” ujar Arga sambil menggenggam tangan gadisnya.
Alana menghela nafas pelan, sejujurnya ia tak tahan namun ia terlalu sulit untuk melepaskan. Alana tak mau melepaskan Arga secara percuma-cuma.
“Arga, aku harap kamu paham caranya menghargai perempuan.”