Pelukan
—
Ayyara mendengus setelah membaca pesannya dengan Naura. Ia merasa sangat jengkel dengan gadis yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Kakak tiri yang sangat menyebalkan. Itulah panggilan Ayya untuk Naura.
Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju ruangan Bintang. Saat sudah hampir mendekati ruangan Bintang, Ayyara berjalan dengan perlahan. Ia tau, Bintang sangat hafal dengan cara berjalan Ayyara. Oleh sebab itu Ayyara semaksimal mungkin tidak mengeluarkan suara langkah kaki.
Tangannya meraih knop pintu, namun matanya melihat kearah kaca kacil yang berada dipintu ruangan Bintang. Membuat gadis itu mengurungkan niatnya.
Hatinya seperti terhantam saat melihat wanita yang berbaring disamping Bintang. Wanita yang Ayyara tak tau sebelumnya. Wanita yang sangat asing untuk Ayyara.
Lalu wanita itu dengan senyuman berbaring disamping kekasihnya. Bahkan Bintang sama sekali tak menolak. Mereka berdua menonton melalui handphone dan tertawa bersama.
Ayyara menutup mulutnya saat isakan tangisnya hampir keluar. Gadis itu mundur beberapa langkah. Berjalan perlahan menjauh dari ruangan Bintang lalu ia berlari secepat mungkin. Meninggalkan pemandangan yang sangat menyakitkan untuknya.
Ayyara kembali bukan untuk menerima luka kembali. Ayyara kembali untuk menghampiri kebahagiaannya kembali. Namun dengan gampangnya Bintang merusak semuanya.
Bintang kembali membuat Ayyara terluka.