Peluknya untuk pelik ku.

Suara langkah kaki yang cepat memenuhi satu lorong menuju ruang rawat milik seseorang. Langkah itu dengan cepat berjalan, tidak perduli seberapa letih badan itu setelah berpergian jauh.

Langkahnya terhenti didepan ruang rawat inap yang bertuliskan 'Anggrek 13'. Tempat dimana Darma dirawat sekarang. Gadis itu tak langsung masuk kedalam. Almara sedang mengumpulkan keberanian untuk memasuki ruang rawat Darma.

Dengan perlahan tangannya meraih knop pintu. Sedikit memberi tenaga untuk mendorong pintu itu supaya terbuka. Suasana yang pertama kali Almara lihat adalah suasana yang membuat hatinya sakit dengan singkat.

Darma memeluk Aruni dengan erat.

Kaki Almara berubah gemetar. Sebenarnya gadis itu sudah merasa lemas, namun dengan paksaan Almara tetap berdiri walau kakinya gemetar.

Darma menoleh kearah pintu. Menunjukan ekspresi bingung kepada gadis yang berdiri diambang pintu.

“Siapa lo?” tanya Darma dengan dingin. Aruni ingin melepaskan pelukannya, namun dengan cepat Darma memeluk Aruni dengan erat.

Lagi, Almara merasakan rasa sakit yang luar biasa. Darma yang tidak mengenalinya, dan Aruni yang berada di dekapan Darma.

“Darma, dia istri kamu.” ujar Aruni. Wajahnya ia buat menjadi wajah tak enak.

“Istri? Aku pacar kamu, Run. Aku cuman sayang sama kamu, mana mungkin aku nikahin perempuan lain selain kamu?” tanya Darma dengan tegas.

Almara menelan salivanya dengan kasar. Matanya berair, kakinya dengan reflek berjalan mundur. Ucapan Darma terlalu sakit untuk ia dengar. Air matanya langsung jatuh saat ia mengulang kembali ingatan dimana Darma bilang ia sayang kepadanya.

Baru kemarin ia merasakan kehangatan bersama Darma. Baru kemarin ia merasa dijadikan ratu oleh Darma. Namun hari ini semuanya telah berubah. Darma memeluk wanita lain, menjadikan luka Almara yang menyakitkan.

Sosok kasar Almara telah runtuh sekarang. Runtuh karna lelaki yang ia cintai dan ia benci dengan waktu yang bersamaan.