Perjodohan

Suara dentuman musik yang cukup keras memenuhi kediaman keluarga Adityama. Jevan hanya memperhatikan dari lantai dua, merasa malas karna terlalu banyak nya tamu dan juga suara musik yang sangat tidak santai.

Sedangkan dibawah terdapat Almara yang baru memasuki kediaman keluarga Adityama. Gadis itu memakai dress putih yang terlihat sangat cantik dan elegan. Dan juga rambutnya yang hanya di kuncir setengah. Membuat gadis itu terlihat lebih segar dari biasanya.

Jevan lebih memilih untuk turun kebawah, menghampiri Almara yang nampak sendirian.

“Al, keluarga lo mana?” tanya Jevan setelah mendekati gadis itu.

Almara menoleh, lalu tangannya menunjuk Papanya yang sedang berbicara dengan Kakek dari Jevan.

“Disana. Gak tau sama siapa.” jawab Almara dengan entengnya.

Mata Almara melihat sekitar lagi. Masih merasa penasaran dengan isi dari rumah Jevan. Namun matanya malah menangkap seseorang yang pernah mengisi hatinya.

“Darma? Darma diundang?” tanya Almara sambil terus memperhatikan Darma yang meneguk minuman berwarna.

“Orang tua Darma kan rekan bisnis kakek gue juga. Kakek gue yang lagi ngobrol sama bokap lo.” Jevan mendengus, ia mengajak gadis itu untuk menghampiri Kakeknya.

Kakek Jevan menoleh saat menyadari ada yang datang. “Nak Almara sudah kenal dengan cucu saya?” tanya Kakek Jevan.

Jevan menatap bingung. Bagaimana Kakeknya bisa mengenali Almara.

“Kakek kenal Rara?” tanya Jevan.

Kakeknya tersenyum tipis, ia merangkul Jevan layaknya mereka berdua akrab.

“Almara ini adalah wanita yang ingin Kakek jodohkan ke kamu, Jevan.”

Ucapan Kakeknya jelas membuat Jevan dan Almara terkejut. Almara menggeleng, otaknya sedang mencari cara supaya tidak ada perjodohan antara dirinya dan Jevan.

Sampai mata Almara menangkap Darma yang berdiri tak jauh didirinya. Almara menghampiri Darma dan langsung menarik lelaki itu hingga membuat Darma terkejut.

“Maaf, tapi saya menolak perjodohan ini. Jevan mempunyai pacar, dan saya mempunyai calon tunangan.”

Ucap Almara tanpa berpikir dua kali, membuat Darma mematung dibelakang Almara.