Perlindungan dari Nathan.

Suara gemuruh antara meja dan juga kursi yang di geser secara paksa membuat kelas Gracia terdengar sangat berisik. Banyak murid murid yang menatap Gracia dengan tatapan tak suka dan benci. Entah karna apa, yang jelas banyak yang kemakan oleh omongan Rara.

Gracia hanya diam di bangkunya, menatap takut serta sedang memutar otak bagaimana caranya agar ia bisa kabur dan menyelesaikan semuanya.

“Heh! Lo Gracia kan?! Yang ngakunya sahabatnya Jevan tapi malah bikin hubungan Rara sama Jevan berantakan! Lo sahabat atau selingkuhannya?!” bentak salah satu anak perempuan dengan antek-anteknya di belakang.

Gracia terdiam. Ingin membalas namun lidahnya terasa sangat kelu untuk berbicara.

Jevan, lelaki itu berada diluar kelas Gracia setelah memastikan Rara tertidur pulas di UKS. Ia melihat dengan jelas bahwa ada satu lelaki yang membawa ember berisikan air kotor di tangannya.

Jevan ingin kedalam, mengambil ember itu untuk mencegah Gracia tersiram. Namun sialnya, sebelum Jevan berhasil masuk, ada Nathan yang menyelip kerumunan dan berdiri di depan Gracia hingga lelaki itu basah kuyup oleh air kotor.

Lagi-lagi Jevan terlambat untuk membantu Gracia. Lagi-lagi Gracia harus terkena masalah karna dirinya. Dan Lagi-lagi Gracia yang menerima sikap kasar Rara karna dirinya.

Ia mundur perlahan, menjauh dari kelas Gracia dan berbalik badan. Berlari secepat mungkin untuk kembali ke UKS.

Bahkan Jevan merasa tak pantas untuk disebut sahabat oleh Gracia.