Pernyataan Tio.

Satya memarkirkan motornya tak jauh dari tempat Tio dan teman-temannya berdiri. Lelaki itu menghampiri Tio, menatap dingin orang yang selalu mengajaknya untuk taruhan balapan.

“Dateng juga lo. Bukannya udah penyakitan sekarang?” ujar Tio dengan santainya.

Tangan Satya terkepal dengan kuat, matanya berubah tajam saat Tio meremehkannya. Ia sangat tak suka jika ada yang meremehkan dirinya.

“Mau lo apa sebenernya?”

“Mau gue? Mau gue itu cuman satu. Ngasih tau lo sesuatu rahasia.” ujar Tio dengan santainya membuat Satya mematung bingung.

“Maksud lo apa? Lo tau apa tentang hidup gue?! tangan Satya terkepal dengan kuat. Ia benci dengan lelaki yang ada di hadapannya.

Tio berdecih, ia membenarkan jaketnya yang berantakan.

“Kita balapan. Kalau lo menang gue kasih tau satu rahasia terbesar yang lo gak tau dan gue gak bakal ganggu lo lagi. Gimana?”

Tawaran Tio membuat Satya terdiam. Ia ingin mengiyakan namun Satya takut dengan kenyataan. Namun jika rasa penasarannya sudah diambang perasaan, Satya bisa apa?

“Deal.”