Pertama kali berkenalan.

Arga, lelaki itu sejak tadi terus saja menggenggam tangan Alana saat ia sampai di ruko kecil yang sering Arga sebut dengan tongkrongan. Suasana sederhana namun banyak tawa yang menggema. Alana sangat suka melihatnya.

“Weh! Wakil kita dateng nih! Sama siapa, kil?” sapa salah satu teman Arga bernama Adnan.

Adnan adalah laki-laki paling bersahabat disini. Apapun masalahnya Adnan dapat berhasil mencairkan suasana.

“Oh ini. Ini pacar gue, namanya Alana. Al, kenalin ini Adnan. Gak ganteng tapi banyak gaya.”

“Enak aja lo! Gue ganteng gini juga. Iya gak, Al?”

Alana terkekeh pelan saat melihat Adnan menatapnya sambil menaik turunkan alisnya. Apa lagi saat Arga menjambak rambut laki-laki itu dengan kesal. Dapat menghibur Alana dengan sifat random milik Adnan.

“Ayo aku kenalin ke yang lain.”

Arga mengeratkan genggamannya. Ia membawa Alana kesatu ruangan yang dipenuhi oleh perempuan yang sedang bernyanyi dan mengobrol. Layaknya teman satu sefrekuensi jika berkumpul beramai-ramai.

“Ca, sini!” Arga memanggil salah satu temannya yang bernama Rica. Rica langsung berdiri, menghampiri Alana.

“Kenapa, kil?”

“Ini, pacar gue. Namanya Alana.”

“Wih! Akhirnya lo bawa yang lebih kaleman dikit dari nenek lampir! Hai, Al! Kenalin, gue Rica.”

Rica menjulurkan tangannya yang dibalas dengan baik oleh Alana. Gadis itu tersenyum walau sedikit canggung.

“Kamu kenalan sama yang lain gih, aku mau ketemu Rendy dulu.”

Arga mengacar rambut Alana sembari tersenyu. Alana mengangguk, membalas senyuman Arga dengan sangat lebar.

“Kalau butuh apa-apa, panggil aku ya. Aku ada ditempat Adnan tadi.”

Lagi-lagi Alana mengangguk patuh. Matanya terpejam secara tidak sengaja saat Arga mencium keningnya. Membuat jantungnya berdegup dengan kencang.

“Dahh.”

Alana menatap kepergian kekasihnya. Ia masih menetralisir rasa terkejutnya. Bahkan rasa dikeningnya masih sangat berbekas.

“Arga gila!”