Pertengkaran malam hari.
Dua insan yang berbeda jenis itu hanya saling terdiam di ruang makan yang terlihat sangat sunyi. Tak ada percakapan diantara mereka, hanya ada suara air yang baru saja mendidih.
Atma mematikan kompornya. Menuang air panad tersebut kedalam gelas yang berisikan bubuk kopi hitam untuk dirinya. Mengaduk kopi tersebut dan membawanya ke meja makan.
Lelaki itu duduk disebelah istrinya, mengambil lengan sang istri lalu memijatnya.
“Maaf ya saya bikin kamu repot.” ujar Atma dengan suara yang sangat lembut.
Anindhita tak menjawab apapun. Gadis itu sibuk memakan buah apel yang telah di potong menjadi beberapa bagian.
“Anin, sudah makan malam kan?” tanya Atma berusaha membangun suasana.
Anindhita mengangguk. Gadis itu berdidi dari duduknya, ingin meninggalkan ruang makan namun ditahan oleh Atma.
“Boleh peluk sebelum tidur?” kali ini suara Atma terdengar lebih memohon dari tadi siang.
Anindhita menepis tangan Atma dengan kasar. Menatap suaminya dengan tatapan yang sangat tajam.
“Tidak. Saya tidak mau dipeluk oleh kamu, Atma.”
“Kenapa? Saya suami kamu, Anin.”
“TAPI SAYA TIDAK MENCINTAI KAMU ATMA BAGASKARA!” bentakan Anindhita mampu membuat Atma terkejut. Lelaki itu mengepalkan tangannya, tatapannya berubah 180° dari sebelumnya.
“Tapi saya mencintai kamu, Anindhita!” suara Atma ikut meninggi. Menatap Anindhita dengan nafas yang memburu.
“Untuk apa kamu mencintai saya? Kita menikah dilandasi oleh perjodohan! Bahkan saya tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak saya cintai! Tapi kenapa harus kamu Atma?! Kena—”
“KARNA SAYA MENCITAI KAMU ANINDHITA! SEJAK DULU! SAYA SANGAT MENCINTAI KAMU!” sentakan keras dari Atma mampu membuat Anindhita tersentak.
Gadis itu menatap Atma dengan mata yang memerah. Ingin menangis sebab bentakan yang diberikan oleh Atma.
“Kamu tidak mencintai saya kan, Anin? Ayo bercerai. Saya yang urus semuanya.” ujar Atma dengan suara yang merendah.
Lelaki itu melangkahkan kakinya ke kamar. Meninggalkan Anindhita yang terdiam bersamaan dengan kopi yang perlahan mulai mendingin. Seperti Atma Bagaskara.