Putus.

Jevan berjalan dengan cepat, menghampiri Rara yang sedang berjalan menuju gerbang. Tangannya langsung mencekal tangan Rara sebelum gadis itu berhasil keluar dari area sekolah. Menarik Rara dengan kasar, membawanya ke gedung IPA yang sangat terbilang sepi karna sudah pergi untuk pulang.

“Jev?! Apa-apaan sih?!” tanya Rara dengan kesal.

Jevan menghempaskan pergelangan tangan Rara dengan kasar. Mengambil ponsel gadis itu dari tangannya lalu membuka kuncinya yang kebetulan Jevan ketahui.

“Jevan! Hp aku!” Rara berusaha mencoba merebut kembali ponselnya. Namun kalah cepat dengan Jevan yang berhasil membuka aplikasi pesan milik Rara.

Bibirnya tersenyum sini. Terlihat dengan jelas roomchat Rara dengan Nathan. Bahkan gadis itu menamai Nathan dengan emot love di kontaknya.

“Begini lo dibelakang gue? Main sama sahabat gue sendiri? Iya?!” emosi Jevan memuncak.

Rara terkekeh sinis. Merasa tidak bersalah dan juga tidak takut.

“Kalau iya kenapa? Mau minta putus? Yaudah. Lagian gue udah berhasil pisahin lo sama Gracia. Setelah perlakuan lo kemarin ke Gracia, dia gak bakalan mau ketemu sama lo lagi, Jev. Makannya dia hari ini ngehindar dari lo.”

Rara mengambil ponselnya saat Jevan terdiam dengan nafas memburu. Gadis itu tersenyum sini, menepuk bahu Jevan seperti mengejek lalu pergi menuju keluar sekolah.

Jevan memukul tembok yang berada disampingnya. Merasa dibodohi dengan Rara selama ini. Padahal lelaki itu menyayangi Rara dengan sangat tulus.

“Ci, maafin gue.”