Rahasia

Ayyara berjalan dengan cepat menuju orang operasi. Ada yang janggal di pikirannya. Harusnya Ayyara yang terlebih dahulu dioperasi, bukan Bintang.

Mata bulatnya menangkap sosok Dirga yang sedang duduk sambil memainkan jari. Terlihat dengan jelas guratan cemas diwajah. Dengan cepat Ayyara menghampiri Dirga untuk meminta penjelasan.

“Om, jelasin.” Pinta Ayyara yang berdiri dihadapan Dirga.

Lelaki itu mendongak, menghela nafas pelan lalu berdiri dengan tegap.

“Ay, Bintang sudah di operasi sejak tadi. Om sengaja gak bilang supaya kamu bisa lancarin rencana kamu itu.”

“Tapi...tapi siapa yang donorin? Bahkan Ayya belum dihubungin pihak rumah sakit buat operasi.”

“Yang donorin adalah lelaki hebat dihidup Bintang. Lelaki yang rela berjuang untuk anak tirinya. Lelaki yang rela bekerja keras dari pagi hingga malam untuk menyembuhkan anaknya.”

Ayyara menatap wajah Dirga dengan mata yang berkaca-kaca. Perempuan itu tau siapa yang dimaksud oleh Dirga.

“Om, jangan bilang...”

“Iya, Tara yang menggantikan kamu secara rahasia. Dia pernah bilang kepada Bintang, dia akan lakukan apa saja untuk menyembuhkan anaknya.”

“Dan sekarang, ucapannya terbukti didalam ruang operasi.”