Rahasia besar Satya.
Suara deru motor milik Satya terdengar sangat kencang saat ia berhasil melewati garis finish yang sudah ada. Lelaki itu langsung turun dari motornya lalu menghampiri Tio yang baru saja memarkirkan motornya.
“Gue menang. Mana janji lo?” tanya Satya dengan tidak sabar.
Tio terkekeh sinis. Lelaki itu turun dari motornya lalu mendekati Satya. Menepuk bahu Satya dengan tatapan mengejeknya.
“Tau gak? Lo sebenernya adik dari Reno.” ujar Tio dengan santai.
Satya menaikan sebelah alisnya. Menatap bingung Tio dengan perasaan yang sangat amat berantakan.
“Maksud lo apa?”
Lelaki itu tertawa dengan remeh. Tangannya ia taruh pada saku celana, kakinya berjalan memutari Satya dengan santainya, dan mulutnya berbicara tentang masa lalu Jonny dan Kiara.
Setiap kalimat yang Tio ceritakan membuat tangan Satya terkepal dengan kuat. Degup jantungnya berjalan dengan tak normal, lebih cepat dari biasanya.
Dengan perlahan dada Satya terasa nyeri karna emosi yang meluap. Kenyataan yang Tio sampaikan dan juga sebuah rekaman obrolan Kiara dan Jonny pada dirumah sakit saat itu membuat Satya percaya dengan mudahnya.
“Gimana? Apa pendapat lo?” tanya Tio dengan nada yang remeh.
Satya tak menjawab. Nyeri di dadanya semakin menjadi dan menjalar kekepalanya. Lelaki itu sudah mulai kehilangan oksigennya.
“Hahaha, kambuh? Yaudah dah. Gue cuman mau ngasih tau itu.” Tio berjalan ke motornya diikuti oleh teman-temannya yang lain. Lalu dengan cepat mereka meninggalkan Satya di arena.
Nafas Satya berubah tercekat sekarang. Tangan lelaki itu meremas dadanya, kakinya berubah lemas hingga ia menjatuhkan dirinya ke tanah. Matanya terpejam karna rasa sakit yang semakin menjadi.
Air matanya mengalir saat ia mengingat kembali rekaman tadi. Ternyata itu adalah alasan Kiara dan Jeffryan membenci dirinya. Lalu kenapa harus dirinya yang menderita ini semua?
“Tuhan...tolong cabut nyawa Satya sekarang juga...”