Rekaman
—
Mahesa memasuki apart Acha saat gadis itu sudah membuka pintunya. Mahesa tersentak saat tiba-tiba saja Acha memeluknya dengan erat. Namun lelaki itu langsung melepaskan pelukannya secara kasar karna tak mau menjadi salah paham.
“Bisa berhenti? Bisa berhenti fitnah saya didepan istri saya?” tanya Mahesa dengan dingin.
“Maksud kamu apa?”
“Kamu bilang ke istri saya semalam saya peluk kamu, Cha. Nyatanya saya hanya mengantarkan makanan untuk kamu!”
Suara Mahesa berubah meninggi. Tangannya mengepal kuat dan juga matanya yang berubah tajam.
“Oh maksudnya kamu udah sayang sama Kayna? Kamu sayang sama dia tulus atau karna dia mirip Hireksa?”
“Saya sayang dia karna dia mirip Hireksa! Puas kamu?!”
Acha tersenyum sinis. Ia berhasil mengambil percakapan Mahesa dengan dirinya menggunakan perekam suara yang sengaja ia nyalakan sejak tadi.
“Tapi saya sekarang benar-benar mencintai Kayna! Jika kamu mengganggu saya lagi, saya pastikan kamu hidup dengan sengsara.”
Setelahnya Mahesa pergi dengan emosinya. Tanpa tau bahwa Acha telah berhasil menjalankan rencana liciknya.
“Selamat. Lo kemakan umpan gue. Tinggal tunggu kabar kalian cerai deh.”