Sang pemilik hati yang kembali
—
Suara langkah kaki yang sangat Bintang hafal membuat lelaki itu menoleh. Dengan cepat pintu ruangannya terbuka, membuat senyuman dibibir pucat milik Bintang terukir dengan jelas.
Ayyara, gadis itu ikut tersenyum saat melihat Bintang kembali. Lelaki yang ia rindukan sejak beberapa bulan belakangan ini. Tak banyak yang berubah, hanya kepala yang di tutupi kupluk dan juga tubuh yang semakin mengurus.
“Bintang, Ayya kangen.” Gadis itu langsung memeluk sang kekasih dengan kerinduan yang memuncak.
Begitu pulang dengan Bintang. Lelaki itu lansung mengeratkan pelukannya untuk melepaskan semua rindu yang telah ia pendam sejak lama.
“Aku juga kangen, Ay. Gimana kabar kamu? Sakit gak disana?” Tanya Bintang sambil mengusap rambut Ayyara dengan lembut.
“Ayya gak sakit kok, Ayya baik-baik aja. Ayya khawatir sama Bintang. Bintang makin kurus.” Ujarnya dengan suara bergetar.
Bintang tersenyum tipis, membiarkan gadis itu mendekapnya lebib erat.
“Namanya juga sakit parah, Ay. Tapi kata dokter yang Ayah kirim gue bisa sembuh cuman dengan transplantasi hati. Dan Ayah lagi nyari semampu Ayah. Dan aku...aku bertahan semampu aku.”
Bintang memejamkan matanya. Ia akui jika semakin hari tubuhnya semakin terbatas untuk bergerak. Bahkan tadi Bintang berjalan dari ranjang ke sofa langsung merasa lelah seperti jalan jarak jauh.
“Bintang, bertahan ya? Ayya bakalan temenin Bintang sampai Bintang sembuh.” Ayyara mendongak. Perempuan itu mencium pipi Bintang lalu tersentak saat mendengar teriakan Sheiren.
“Si kampret! Kalo mau mesra-mesraan jangan di depan JOMBLO!”