Satu Mobil.

Langkah kaki milik William menuntun dua gadis yang berada dibelakangnya. Lelaki itu membawa mereka ke parkiran yang berada diluar sekolah. Tempat biasa William dan teman-temannya memarkirkan kendaraan.

“Wil, kok jauh sih? Gue capek tau.” keluh Cilla memperlambat jalannya. Kyren menggandeng tangan Cilla, menuntun gadis itu untuk terus berjalan.

“Udah, ikutin aja. Jangan banyak ngeluh ah.” ujar gadis itu.

William tak merespon apapun, lelaki itu lebih memilih untuk berjalan, mengabaikan kedua gadis yang berada dibelakangnya. Tangannya mengambil kunci mobil milik Senaru yang sudah berada ditangannya saat jam istirahat pertama.

William mendekati salah satu mobil berwarna hitam yang terparkir rapih, ia membuka pintunya setelah membuka kunci pintu tersebut. Menoleh kearah Kyren dan Cilla yang berdiri dibelakangnya.

“Masuk. Cilla, kamu di depan biar Kyren di belakang. Saya gak mau kamu muntah di mobil saya karna kamu duduk dibelakang.” ujar William dengan dingin. Lelaki itu langsung memasuki mobil, menutup pintu mobil dengan sangat keras.

“Gih, sana masuk. Pusing kan lo?” ujar Kyren sambil menuntun Cilla.

“Ih, gak usah dituntun. Gue gpp kali.” Cilla melepaskan pegangan dari Kyren, gadis itu langsung masuk mobil dan duduk disamping William.

Jantungnya berdegup dengan kencang, ia sangat gugup sekarang. Rasanya sangat tidak nyata bisa satu mobil dengan William.

“Tuhan, kalo ini mimpi jangan bangunkan saya.” gumam Cilla dengan sangat pelan.