Sebuah rahasia

Helaan nafas berat milik Senaru membuat Cilla paham bahwa lelaki itu akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan menyakitkan untuk dirinya. Halaman luas yang bisa disebut taman ditengah-tengah rumah sakit menjadi tempat mengobrol untuk mereka berdua. Namun belum ada sepatah kata pun yang ingin Senaru ucapkan.

Sebelumnya ingin sekali Cilla melihat keadaan William yang masih dalam perawatan. Namun Senaru menahan gadis itu, tidak ingin Cilla terlibat masalah besar karena ada Kyren yang menjaga William disana.

Lagi dan lagi Senaru menghela nafasnya dengan berat. Ragu untuk memberitahu semuanya tetapi lelaki itu ingin sekali memberitahu semua kejahatan perempuan yang telah menjadi kekasih temannya.

“Cilla.” Panggil Senaru pada akhirnya, setelah melewati keheningan yang cukup lama untuk mereka berdua.

“Kenapa?”

“Lo masih sayang sama William kan?”

Satu pertanyaan Senaru berhasil membuat Cilla terdiam. Gadis itu memperhatikan lelaki yang ada di sisi kirinya, menatap Senaru dengan perasaan yang menyimpan banyak sekali pertanyaan.

“Kenapa nanya kayak gitu?”

“Gue bilang gini karena gue berharap lo masih suka sama William. Cuman lo yang bisa bantu William yang berantakan sekarang.”

“Gue? Maksud lo apa, Sen? William yang sakitin gue tapi William juga yang butuh gue? Gue gak suka kalo kalian egois gini.” Tatapan Cilla kembali menyiratkan luka yang sudah berusaha untuk ia lupakan.

Senaru dengan jelas menangkap sirat kekecewaan itu, namun ia ingin meluruskan semuanya sekarang. Lelaki itu memperhatikan sekitarnya yang cukup sepi karena sudah memasuki jam istirahat. Memastikan keadaan sekitar aman tanpa adanya Kyren disana. Setelah ia merasa cukup aman, Senaru kembali mengalihkan pandangannya pada gadis yang telah memilih untuk melihat langit malam yang cukup mendung. Mempersiapkan beberapa kalimat untuk dirinya ucapkan.

“La, sebenernya Kyren yang terlalu obsesi sama William. Kyren ancem William pakai sesuatu yang kalau suatu saat anceman itu sampai ditangan Papa William itu bisa bahaya buat kesehatan bokapnya, Cilla. William gak sebrengsek yang lo pikir, dia lakuin ini semua karena terpaksa. Temen lo yang buat temen gue jadi gini sekarang.”

“Dia gak bakalan ngerokok kalau dia bener-bener sayang sama Kyren. Dia gak bakalan berantakan kalau dia bener-bener serius sama Kyren. Sekarang gue tanya, emang ada masalah lain semenjak mereka pacaran? Lo liatnya gak ada kan? Nyatanya ada, La. William dipaksa jadi pacar Kyren kalau gak mau bukti itu dikasih ke bokapnya dan disebar luaskan.”

“William gak bisa ngelawan karena gak ada cara yang dia dapetin. Semuanya seolah-olah buntu, seolah-olah Tuhan gak mau kasih jalan buat temen gue. Dia brengsek karena tuntutan supaya bokapnya baik-baik aja, bukan karena nafsu dia, La.”