Sekarang bukan 'kita'.

Langit yang dipenuhi bintang dan diterangi oleh bulan membuat Kara sangat betah melihat kearah langit melalui dinding kaca Café. Gadis itu meminum secangkir coffee hangat untuk menghangatkan malam yang terasa dingin.

Suara lonceng dari pintu Café entah mengapa bisa mengalihkan atensi Kara. Dipintu, Kara dapat melihat lelaki yang sejak lima menit yang lalu Kara tunggu. Lelaki yang berhasil membuat detak jantung Kara berdetak dengan hebat.

“Hai... Kara.” sapa Jevan dengan ragu. Lelaki itu menarik kursi yang ada dihadapan Kara, lalu duduk dengan rasa ragu yang ia rasakan.

“Kara, aku...aku minta maaf sama kamu.” ujar Jevan, lelaki itu menunduk dengan rasa bersalah.

“Selama empat tahun aku-”

“Aku tau. Aku udah baca 40 ribu pesan yang kamu kirim.”

Ucapan Kara tentu membuat Jevan terkejut. 40 ribu pesan itu tidak sedikit, tapi dengan waktu sebentar Kara dapat membacanya.

“Aku udah maafin kamu dari lama, aku sama sekali gak marah sama kamu, Jev. Cuman rasa takut aku yang buat aku kehilangan kebaikan aku ke kamu. Rasa takut aku yang buat aku pergi dari kehidupan kamu.”

“Jevan, sekali pun aku gak pernah benci sama kamu. Aku gak pernah berharap dan berdoa sesuatu yang buruk ke kamu. Aku cuman jalanin waktu untuk nyembuhin luka aku. Aku kira dengan aku ketemu sama kamu lagi rasa takut aku akan lebih besar. Ternyata aku salah. Aku mau selesaikan ini semua, Jev. Aku gak mau kita berakhir dengan kata dan perasaan benci.”

“Kara, maksud kamu...kamu mau berdamai sama aku?”

“Aku mau. Tapi kalau untuk kembali berhubungan, maaf. Aku masih takut buat jalanin itu.”

Jevan tersenyum, lelaki itu reflek berdiri dan langsung memeluk Kara hingga membuat gadis itu terkejut.

“Kara, terima kasih banyak. Terima kasih karna tetap menjadi malaikat walau bajingan ini nyakitin kamu.”

Kara tersenyum, gadis itu membalas pelukan Jevan secara perlahan.

“Sama-sama. Aku harap aku wanita terakhir yang kamu abaikan.”

Jevan melepaskan pelukannya, lelaki itu menatap lekat mata Kara.

“Kamu mau jalan sama aku? Sebagai tanda terima kasih aku. Aku bakalan turutin kamu malam ini. Gimana?”