Selamat hari jadi.
Jevan membuka gerbang kosan Darma. Lelaki itu menyalakan senter dari ponselnya karna tidak ada penerangan sama sekali. Jevan menatap bingung kearah sekitar, sedikit merinding karna suasana yang sangat sepi.
Matanya melirik sekitar, semua pintu kamar tertutup rapat tetapi hanya ada satu kamar yang pintunya sedikit terbuka. Kamar Darma.
Jevan melangkah perlahan, matanya melihat was was kekanan dan kekiri. Tangannya mendorong pintu kamar Darma dengan perlahan. Gelap. Satu kata yang reflek Jevan ucapkan.
“Dar? Kara mana?” tanya Jevan melihat sekitar kamar Darma.
Dengan tiba-tiba semua lampu menyala dan juga suara terompet membuat Jevan tersentak karna terkejut. Jevan menoleh kebelakang, mendapatin Darma, Kara dan Nathan yang menyanyikan sebuah lagu.
“Selamat hari jadi. Selamat hari jadi. Selamat hari jadi, Jevan. Selamat hari jadi.”
Jevan menatap bingung ketiganya. Setaunya bukan hari ini Jevan berulang tahun.
“Aku bukan ulang tahun hari ini, Ra.” ujar Jevan dengan santai.
Wajah Kara langsung berubah murung dengan cepat. Senyumnya berubah dengan senyum yang dipaksa.
“Kata kamu setiap enam bulan sekali kita rayain hari jadi kita, Jev?”
Ucapan Jevan membuat ia sadar bahwa sekarang adalah hari jadi mereka ke satu tahun enam bulan. Jevan meringis pelan, ia merasa bodoh karna lupa dengan ucapannya sendiri.
“Sayang, maaf ya? Kita tiup lilinnya bareng-bareng.” ujar Jevan dengan nada yang tak enak.
Kara mengangguk pelan, mereka langsung meniup lilin yang berada diatas kuenya hingga padam.
“Selamat atas kebodohan lo.” ucap Nathan tak bersuara dengan senyum sinisnya.
Jevan tidak menghiraukan Nathan sama sekali. Lelaki itu lebih memilih untuk memeluk Kara. Memeluk gadisnya dengan sangat erat dan membisikan sebuah kalimat selamat hari jadi untuk kekasihnya.
Kara tak menjawab. Wajahnya berubah murung dibalik pelukan yang Jevan berikan. Hatinya kembali nyeri saat mengetahui Jevan lupa dengan tanggal jadian mereka. Bahkan Jevan lupa dengan ucapannya sendiri. Bahwa lelaki itu ingin setiap enam bulan sekali mereka merayakan hari jadiannya.
Namun untuk yang ketiga kalinya. Lagi dan lagi Jevan lupa dengan hari jadi mereka.