She's back
Sejak tadi, lelaki dengan rambut berantakan itu hanya menatap kosong gerbang. Sekarang adalah jadwa Gema untuk memeriksa atribut murid sekolah. Namun pikiran lelaki itu pergi entah kemana.
“Fokus.” ujar Raken sambil menepuk bahu Gema hingga lelaki itu tersentak.
Gema menoleh, ia mengangguk pelan karna hampir semua tenaganya hilang. Fikirannya tak henti-henti memikirkan keadaan Athaya yang sudah dua hari tidak ada kabar. Gema khawatir, takut jika terjadi sesuatu dengan Athaya.
“Tha, kamu dimana?” gumam lelaki itu.
“Aku disini.” suara seorang perempuan menyaut.
Gema menoleh kesampingnya. Matanya membulat saat ia melihat gadis dengan rambut sebahu serta pakaian sekolah yang rapih berdiri disampingnya. Lelaki itu mengusap matanya beberapa kali, berusa memastikan apakah benar kekasihnya atau hanya sebuah haluan.
“Kak, kamu kenapa?” tanya Athaya dengan bingung.
Gema tak menjawab apapun. Lelaki itu terdiam beberapa saat, hingga akhirnya ia memeluk Athaya dengan sangat erat. Tubuh Gema perlahan gemetar, ia menangis. Menumpahkan rasa khawatir dan menggantikannya dengan rasa lega.
“Kamu kemana aja sayang? Aku khawatir. Please, jangan gini lagi ya? Aku takut kamu kenapa-kenapa.” ujar Gema sambil memegang pipi kekasihnya.
Suara bisik-bisik dari semua murid langsung terdengar di telinga Gema dan Athaya. Banyak yang menyindir Athaya dan banyak yang mengatai gadis itu dengan sebutan anak pelakor.
“Udah, jangan ladenin mereka. Ayo, aku anter ke kelas kamu.” Gema menautkan jari-jarinya dengan jemari Athaya, namun langsung dilepas oleh Athaya. Gema menatap gadis itu dengan tatapan bingung.
“Kenapa, Tha?”
“Aku maunya gini.” Athaya menyelipkan tangan kanannya disiku Gema. Membuat lelaki itu terkekeh pelan.
Mereka berdua berjalan kedalam area sekolah. Melangkahkan kaki menuju gedung IPA kelas 10 milik Athaya. Melewati Shanneth yang memperhatikan dari pinggil lapangan.
“Sial.” pikir Shanneth sambil menatap Athaya dengan pandangan tidak suka.