Tidak apa-apa, Bumi.
Jari dari lelaki ringkih tersebut perlahan bergerak. Bumi melenguh pelan saat merasa teriknya matahari masuk hingga menembus kelopak matanya. Membuat dirinya mau tidak mau harus bangun dari mimpi indah yang jarang Bumi dapat.
Bumi melihat sang Papa yang sibuk mengikat gorden ruang rawat VIP yang ia tempati. Lelaki itu menatap kesal. Sangat menyebalkan karna Jo selalu menganggu tidurnya.
Ia mengambil lonceng diatas meja. Membunyikannya sekali supaya Jo menyadari bahwa Bumi telah bangun dari tidurnya.
“Morning, jagoan.” sapa Jo dengan senyuman yang membuat Bumi menatap kesal. Mata lelaki itu seolah berbicara “Papa nyebelin!”
Jo terkekeh pelan menanggapi tatapan dari anak semata wayangnya. Tangannya ia angkat untuk membersihkan nakas dan memberi Bumi note kecil serta bolpoin untuk menuliskan sesuatu.
“Jagoan mimpi apa semalam?” tanya Jo menghentikan keheningan pada pagi hari.
Dengan jari lincahnya, Bumi menuliskan sesuatu pada note kecil tersebut. Lalu memberikannya pada Jo yang baru saja menyelesaikan acara bebersihnya.
“Bumi mimpi lagi main sama Papa dan Mama. Disitu Bumi sehat, Bumi bisa ngomong sama Papa Mama. Bumi main lari-larian tanpa ngerasain dada Bumi sakit. Tapi Bumi sadar, itu cuman bunga tidur yang susah buat Bumi rasain di kehidupan nyata.”
Jo terdiam setelah membaca tulisan tangan Bumi. Ia memperhatikan anaknya yang sibuk memainkan bolpoin sambil menggerakan mulut seolah-olah menyanyikan sesuatu.
Satu air mata Jo berhasil lolos dengan begitu saja. Namun dengan cepat Jo menghilangkan basah yang tertinggal di pipi sebelum Bumi sadar jika Jo menangis.
“Kamu bisa gapai itu kalau kamu terus berdoa sama Tuhan. Yang sabar ya, nak? Sebentar lagi.”
Bumi hanya tersenyum saat mendengar ucapan dari Jo.
Sebentar lagi. Dua kata yang selalu Jo ucapkan jika Bumi mengeluh atau berbicara jika dirinya lelah. Dua kata yang selalu dan selalu Bumi dengar ketika Jo berusaha menenangkan Bumi.
Namun lelaki itu tak terlalu masalah. Karna Bumi tau, Jo sedang menyimpan lukanya karna penyakit sialan yang diderita anak semata wayangnya.