Twitter

Gala memandangi handphone beberapa saat. Ia menjadi teringat perihal Bulan yang memiliki akun twitter atau tidak.

“Sayang.” panggilan Gala justru membuat Bulan terkejut.

Apa tadi? Gala memanggilnya sayang? Bahkan ini lebih memalukan untuk Bulan ketimbang memanggilnya via chat.

“K-kenapa, kak?” tanya Bulan gugup. Padangannya ia usahakan agar tetap fokus pada jalanan.

“Kamu punya akun twitter?”

“Punya. Cuman buat sambat aku doang. Kalau twitter publik aku gak ada.”

“Gak mau bikin?”

“Mau sih. Tapi takut banyak yang hujat aku.” suara Bulan terdengar pelan di akhir kalimatnya.

Gala tersenyum tipis, tangan itu mengusap surai coklat natural milik Bulan dengan sangat lembut.

“Bikin aja, gpp. Nanti kalau ada yang hujat kamu biar aku yang hajar dia.” ujar Gala.

Bulan tersenyum, pipinya memerah dan sialnya ia tak bisa menyembunyikan itu karna harus menyetir.

“Iya kak, nanti aku bikin.”