WYMM

Jonny dan Kiara telah sampai pada salah satu restoran yang sudah mereka kunjungi sejak tiga tahun yang lalu. Restoran yang menyediakan hidangan yang mereka sukai hingga saat ini.

Kiara berjalan menuju salah satu meja makan, meninggalkan Jonny yang memesan makanan. Seperti biasa, gadis itu pasti akan memilih bagian paling pojok dekat dengan kaca.

Matanya melirik sekitar, terlihat nampak damai dan tentram seperti biasa. Suasana yang sangat Kiara sukai sejak dulu.

“Ki, makanannya nanti ya. Tunggu sebentar.” Jonny mendekati Kiara, lelaki itu langsung duduk dihadapan Kiara.

Mereka berdua terdiam. Entah mengapa rasa canggung menyelimuti mereka sekarang.

“Eee...Ki, mau ubah gaya bicara gak?” tanya Jonny dengan ragu. Kiara menaikan sebelah alisnya, seperti meminta Jonny untuk menjelaskan.

“Kayak gue lo diganti aku kamu. Kamu panggil aku pakai Mas, aku panggil kamu Ara. Gimana? Mau gak?”

Kiara terdiam, wanita itu tidak langsung menjawab karna memikirkan alasan yang jelas mengapa Jonny ingin mengganti panggilannya.

“Kiara, sebenernya...sebenernya saya mau bicara serius sama kamu.”

“Bicara apa? Gue ada salah ya?”

Jonny dengan cepat menggeleng, membantah ucapan wanita yang ada dihadapannya. Tangan lelaki itu mengambil kotak cincin yang berada disaku jasnya.

“Ra, sebenernya selama empat tahun saya selalu sama kamu, rasa nyaman dan sayang ini perlahan muncul. Saya mau mengajak kamu serius, tapi saya takut kamu menolak karna kamu belum bisa melupakan Jeffryan. Dan ternyata saya gak bisa menunggu lebih lama lagi. Diterima atau tidak itu terserah kamu.”

Jonny menjeda ucapannya, tangan lelaki itu membuka kotak cincin berlian yang sejak tadi dipegang.

“Kiara, Will you marry me?”

Kiara menatap terkejut kearah Jonny, matanya sesekali melirik cincin berlian yang ada di tangan Jonny.

Sejujurnya Kiara merasa nyaman dengan Jonny. Ia merasa tidak suka jika Jonny bekerja dengan wanita lain yang mengikutinya. Tetapi Kiara takut memulai untuk membangun rumah tangga kembali.

Namun setelah melihat perjuangan Jonny, menunggu dan menemaninya selama empat tahun, tidak ada alasan lagi untuk Kiara menolak.

“Aku...aku mau.” ujar Kiara dengan malu.

Jonny tersenyum lebar. Dengan gemetar tangan Jonny memasangkan cincinnya pada jari manis Kiara. Lalu ia memeluk wanita itu.

Empat tahun rasanya sebanding dengan apa yang ia rasakan. Bahagia mendapatkan cinta yang baru dan bahagia membangun rumah tangga yang lebih indah.