Hasil.
Segerombolan siswa siswi yang berdesakan didepan mading membuat atensi Athaya yang sedang memakan eskrim dengan Gema teralihkan. Athaya melihat segerombilan murid-murid yang berdesakan untuk melihat kertas yang tertempel di mading. Gadis itu menaikan sebelah alisnya dengan tatapan bingung.
“Kak, itu ada apa?” tanya Athaya sambik mendongak kearah Gema karna postur lelaki itu lebih tinggi darinya.
Gema melihat jam tangan miliknya. Pukul 10.00 pagi, pantas banyak kerumunan didepan mading.
“Hasil ujiannya udah keluar. Mau liat sekarang?” Gema merangkul kekasihnya, menatap Athaya dengan tatapan lembut.
“Ayo! Kita liat siapa yang juara satu umum. Inget perjanjian kita ya, Kak?” ujar gadis itu dengan bersemangat.
Gema terkekeh, lelaki itu mengangguk lalu mengacak rambut pendek Athaya yang teruai. Langkahnya menuntun Athaya untuk mendekati mading. Mereka berdua lebih memilih berhenti dipaling belakang.
Mata Athaya tertuju pada kertas yang berada dipaling atas. Dan hanya ada 3 nama yang terpajang disana. Gadis itu membacanya dari urutan nomor 3.
“Navarrel Harleya. Gem-” ucapan gadis itu terhenti saat melihat nama kekasihnya berada di urutan kedua. Jantungnya berpacu dengan cepat, takut jika tidak ada namanya dilembaran tersebut.
Matanya dengan perlahan melirik kearah nama paling atas. Tubuhnya berubah lemas saat setelah ia membaca nama tersebut.
“Athaya Gisellia.” ujar Gema dengan senyuman.
“Selamat sayang. Kamu berhasil jadi peringkat paling atas.”
Gema memeluk Athaya yang mematung di tempat. Gadis itu tersenyum tak percaya. Athaya berhasil mendapatkan juara 1 umum. Gadis itu berhasil mengalahkan ribuan orang yang bersaing dengannya.
“KAK GEM! AKU JADI JUARA SATU! MAKASIH KAK GEMA!” teriak Athaya dengan penuh rasa senang. Gadis itu bertepuk tangan, mengapresiasikan dirinya sendiri.
Gema tersenyum, matanya tak pernah lepas dari wajah cantik milik Athaya.
Sebenarnya Gema bisa saja mendapatkan posisi pertama. Namun lelaki itu lebih memilih untuk mengalah. Gema menjawab beberapa soal dengan jawaban asal, supaya Gema mendapatkan peringkat kedua.
Dari awal Gema tak ingin bersaing dengan Athaya. Lelaki itu akan memprioritaskan gadis yang sangat dicintai. Gema akan mengalah jika Athaya mau. Gema akan memberikan semuanya jika Athaya minta.
Karna Gema adalah lelaki yang mendahulukan wanita dibanding dirinya sendiri.